Melankoli dalam Komposisi

(bersama Hyde Asmarasastra dan Liza Samakoen) I inilah awal mula kita saling mengatakan hal-hal yang bertolak belakang bersamaan: langit aman tanpa tuhan yang layak dikhawatirkan, cuma angin dan sekumpulan awan pemandu khayalan. melakukan ritual melewati kesedihan lebih dalam dari kehidupan berpasangan. terbang dengan mata tertutup, jadi keterasingan yang biasa. tiap-tiap pesta terapung memiliki atapnya sendiri; … Continue reading Melankoli dalam Komposisi

Hujan di Kotamu, Hujan di Kotaku

1. Suatu hari di kotamu, kau dibuat ketakutan oleh hujan yang jatuh: entah segala yang bertahan sebelum angin memaksanya patuh, atau kaki-kaki yang berderap semakin lama semakin riuh, atau gelap yang membuat kesepian kian penuh. Kukirim kata-kata penenang kemudian ikut takut bersamamu—aku tak tahu cara tepat membuat pelukan tetap hangat hingga sampai di tempat yang … Continue reading Hujan di Kotamu, Hujan di Kotaku

Setahun Setelah Sajakmu

1. Kuingat nama-nama mati yang kausebutkan suatu pagi sebelum kita mulai menyiapkan kehilangan sendiri 2. Kita menggambar sebatang pohon dengan daun-daun jatuh, lalu bertengkar tentang cuaca dan tempat berteduh 3. Mencium dengan bibir ngilu mencintai dengan pisau dan batu: apakah ini kita atau takut yang terlalu? 4. Bagaimana ulang tahun sajakmu seharusnya dirayakan-- kunyalakan sebatang … Continue reading Setahun Setelah Sajakmu

Perbincangan-perbincangan Patah dan Rahasia

: MSN Aku mengingat semua peristiwa serta nama tapi memajang separuhnya dengan sembarang kata-kata. Kau menyimpan tiap detil lebih baik dengan catatan kaki sepenuh dada. Sebab tak ada pergi atau datang yang bukan pertanda, kaubilang; sementara hidup adalah perjalanan menyinggahi pertanyaan dan jawaban yang tak saling mengenal sesegera mereka saling membutuhkan. Barangkali kau dan aku … Continue reading Perbincangan-perbincangan Patah dan Rahasia

Membayangkan Masa Kecilmu

: mkh Delapanpuluhan di ujung timur seribu kilometer dari ibukota. Dinding-dinding penyimpan garam mencatat sejarah selekat kisah-kisah tua di atas layang madura, memahami jauh lebih dari pukulan di belakang jika jelang gelap kau tak kunjung tiba. Ceritakan padaku tentang petang yang membuat kau terlambat pulang, sayang. Aku tergila-gila pada masa kecilmu: rumah pantai tempat ombak … Continue reading Membayangkan Masa Kecilmu

Kepergian dan Perempuan yang Terlelap dengan Sekawanan Kupu-kupu

(mendengarkan Tori Amos – Sleeps With Butterflies) Apa saja yang sedang kaulihat di atas sana? entah seberapa dalam kita saling melukai suatu malam sampai kutemukan kau meninggalkanku terlelap dengan sekawanan kupu-kupu: kehilangan yang terbang memenuhi dada dan perutku.   Meski begitu mulai kunikmati pagi-pagi timbul tenggelam dalam perasaan yang kita muntahkan setengah sadar sebab mungkin … Continue reading Kepergian dan Perempuan yang Terlelap dengan Sekawanan Kupu-kupu

Perempuan-perempuan yang Memilih Tertawa

Kepulan asap berusaha mengaburkan nasib yang cuma baik dalam fiksi semata; perempuan-perempuan tertawa pada kunci miring yang sama tapi tak tahu karena apa. Mungkin kesedihan sumbang yang tumbuh seperti jamur sepanjang tembok-tembok lembab gang buntu memang sesekali terdengar lucu, atau barangkali kita hanya geli pada kaki sendiri sebab suka sekali mengikuti tanda-tanda menuju jalan yang … Continue reading Perempuan-perempuan yang Memilih Tertawa