Cerita yang Selesai pada Suatu Hari Minggu

: Arnellis

Ini tentang nona dan cerita miliknya sendiri. Tak ada yang baru
selain kehilangan dan penyair dengan apel manis beracun—
dongeng anak-anak gadis yang mengalir ratusan tahun.
Hanya saja ia bukan putri-putri penyabar dan dungu yang
menunggu di depan tungku atau puncak menara batu;

ini cerita nona yang tak serapuh perempuan punya Minke. Ia
luka lalu berdiri, lupa lalu mencari, sepanjang lembar-lembar
yang berulang sampai tebal seperti tulisan pengarang yang
kelewat panjang akal.

Ini halaman terakhir cerita sebelum sederet usia kosong yang
tak terbaca. Tentu kita tahu kisah nyata tak pernah selesai
pada sebuah potret sempurna,

tapi kalimat penutup yang terlalu manis mungkin bukan
bohong belaka.

Semoga bahagia selalu, Arnel dan Heru!

 

5 thoughts on “Cerita yang Selesai pada Suatu Hari Minggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s