Hujan di Kotamu, Hujan di Kotaku

1.
Suatu hari di kotamu, kau dibuat ketakutan
oleh hujan yang jatuh:

entah segala yang bertahan sebelum angin
memaksanya patuh, atau kaki-kaki yang berderap
semakin lama semakin riuh, atau gelap yang membuat
kesepian kian penuh.

Kukirim kata-kata penenang kemudian
ikut takut bersamamu—aku tak tahu cara tepat
membuat pelukan tetap hangat
hingga sampai di tempat yang jauh.

 

2.
Suatu hari di kotaku, muram menggantung lama
tapi hujan tumpah sebentar dengan
sepatu besar-besar. Kurasa langit tak mau menambah
kelabu pada wajah-wajah tak sabar, sebab mendung
memilih pergi segera setelah rintiknya kelar.

Tiba-tiba aku tersadar: kau batu dingin dan aku
petir menyambar-nyambar. Sayang cinta bukan cuaca—
terang sudah berulang-ulang tapi kita
tak juga usai bertengkar.

 

3.
Suatu hari di tubuh kita, kau dan aku jadi
sepasang nyeri sepanjang punggung yang
terkikis–

sejak itu turun gerimis,
terbuat dari kehilangan
terus-menerus dan tipis-tipis.

4 thoughts on “Hujan di Kotamu, Hujan di Kotaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s