Membayangkan Masa Kecilmu

: mkh

Delapanpuluhan di ujung timur seribu kilometer dari ibukota. Dinding-dinding
penyimpan garam mencatat sejarah selekat kisah-kisah tua di atas layang madura,
memahami jauh lebih dari pukulan di belakang jika jelang gelap kau tak kunjung tiba.

Ceritakan padaku tentang petang yang membuat kau terlambat pulang, sayang.
Aku tergila-gila pada masa kecilmu: rumah pantai tempat ombak tak akan menyapu
jejakku. Bukan sebab hutan bakau atau bocah-bocah bermain bola di atas pasir–
kubayangkan ia waktu yang terus mengaliri tubuhmu sederas peluh tiap kau
berlari sepanjang pesisir.

Kisah apa kaubawa saat datang kemarin, selain hati pasang surut dan nyeri punggung
yang lain? Sampaikan kesedihan asin di balik dada berlapis keramik dingin,
bisikkan namaku yang gerimis pada tiupan angin kering

: biar aku dikenal meski sebagai kekal yang tak bakal hadir.

6 thoughts on “Membayangkan Masa Kecilmu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s