Perempuan-perempuan yang Memilih Tertawa

Kepulan asap berusaha mengaburkan nasib
yang cuma baik dalam fiksi semata;
perempuan-perempuan tertawa pada kunci miring yang sama
tapi tak tahu karena apa.

Mungkin kesedihan sumbang yang tumbuh seperti jamur
sepanjang tembok-tembok lembab gang buntu
memang sesekali terdengar lucu,
atau barangkali kita hanya geli pada kaki sendiri
sebab suka sekali mengikuti tanda-tanda menuju jalan
yang berakhir pada tak ada
padahal panah di persimpangan pun tak pernah
mendesiskan apa-apa seperti ular kepada Hawa—
lagipula bukankah kisah cinta seringkali cuma
tentang detak-detak salah sangka?
Siapa tahu ternyata kita di sini hanya
rusuk-rusuk yang hilang tanpa label nama

maka kita memilih tertawa,
sebab tak banyak yang bisa dilakukan saat udara
terlalu basah untuk airmata dan cuaca
terlalu gelap untuk langkah entah ke mana.

2 thoughts on “Perempuan-perempuan yang Memilih Tertawa

  1. gue komen — dalam hati.. sebab tak banyak yang bisa dilakukan saat udara terlalu basah untuk airmata dan cuaca terlalu gelap untuk langkah entah ke mana.

    sigh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s