Kepada yang Entah Namanya.

Di rak ruang kelasku ada glockenspiel mainan yang suka iseng kuketuk bilah-bilahnya. Entah kenapa aku jadi suka melakukannya berulang-ulang pada nada fa yang miring. Nada yang tak pada tempatnya tapi memaksa tetap di sana.

Mungkin itu mengingatkanku pada bagaimana kita selalu berandai-andai lalu menjadi sedih karena pengandaian adalah sesuatu yang tak mungkin. Atau mengingat-ingat lalu menjadi sedih karena ingatan adalah sesuatu yang ada kemarin. Atau berpura-pura lalu menjadi sedih karena kepura-puraan adalah sesuatu yang tak nyata. Atau bertanya-tanya lalu menjadi sedih karena pertanyaan adalah sesuatu yang butuh penjelasan.

Atau berbagi pelukan lalu melupakan semua beberapa menit saja,

lalu kembali mengulanginya.

Sebab kita adalah nada miring yang berbunyi tak pada tempatnya.

4 thoughts on “Kepada yang Entah Namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s