Kepada Pikiran Aan Mansyur

Kepada pikiran Aan Mansyur,

aku tahu seekor burung yang dapat terbang  jauh dan tinggi sekali. Ia burung kecil dengan bulu-bulu lembut warna senja—warna semesta campur banyak-banyak bahagia dan kesedihan yang ia telan lalu baik-baik disimpannya. Jika orang-orang melihatnya sesekali dari dalam mobil di tengah kemacetan ibukota, atau saat duduk-duduk di taman, atau sambil mendorong gerobak berisi gelas akua, pikiran mereka akan berhenti sejenak dan tiba-tiba menjadi sama: sederhana dan jatuh cinta. Siapa itu begitu merdu melagukan dirinya? demikian mungkin akan ditanya pikiran-pikiran yang tersentuh kata-kata, saat ia hinggap sambil menyajakkan Ibu, atau Kukila, atau Harigelita, atau yang lainnya.

Lalu begitu saja mereka akan tahu: burung itu adalah pikiran seseorang yang tak akan pernah terlalu tua bagi kata-kata dan cinta di dalamnya.

Selamat bertambah usia, pikiran Aan Mansyur dan pemiliknya!

3 thoughts on “Kepada Pikiran Aan Mansyur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s