Menemukan Sesuatu yang Tak Ada

Pelajaran Matematika. Guru kami bapak mungil dengan celana yang sebentar-sebentar turun sedikit ke pinggulnya. Katanya, kami harus mencari angka yang tepat untuk mengganti x agar jumlahnya nol. Jika kau adalah x, aku akan berhenti membenci pelajaran ini setelah menemukan angka untuk membuatmu tak ada.

Tapi tak bisa, kata Pak Guru sambil menaikkan celananya. Sebab belum ada rumus yang ditemukan untuk menghapus variabel cinta.

 

Pelajaran Bahasa Indonesia. Guru kami perempuan seksi tigapuluhan dengan rajah di pergelangan kaki. Katanya, kami bisa suka-suka menciptakan semesta saat menulis puisi-puisi cinta. Jika benar begitu, aku akan menulis semesta sempurna yang tak ada kau, lalu tinggal sendiri saja di dalamnya.

Tapi tak bisa, kata Bu Guru sambil membetulkan kacamatanya. Sebab cinta tetap akan mengikutimu dalam semesta yang pura-pura.

 

Pelajaran Olahraga. Guru kami jejaka sarjana muda dengan tubuh tegap dan kulit cokelat menggoda. Katanya, kami dapat dengan mudah memasukkan bola ke dalam keranjang dengan perhitungan seksama. Jika aku sudah bisa, akan kuanggap kau bola lalu kulempar masuk keranjang yang tak berlubang di bawahnya.

Tapi tak bisa, kata Pak Guru sambil menyeka keringatnya. Sebab tak perlu celah bagi cinta untuk kembali ke dadamu kapan saja.

 

Maka kutanya pada Pak Kepala Sekolah yang sudah banyak beruban, dalam pelajaran apa aku bisa menemukan cara berhenti jatuh cinta. Ia berpikir lama sekali sampai akhirnya berkata sambil mengusap-usap jenggotnya:

Sesungguhnya, nak, yang ingin kautemukan itu
adalah sesuatu yang tak ada.

9 Desember 2011

18 thoughts on “Menemukan Sesuatu yang Tak Ada

  1. kata guru bahasa saya, cinta itu ibarat mimpi. dan orang yang mengejar mimpi itu ibarat orang yang sedang berlari mengejar pelangi. sia-sia. saya tidak percaya. lalu ketika suatu sore hari selesai hujan, pelangi muncul di kota kecil tempat saya tinggal. saya kejar dengan sepeda kebanggaan saya. bak pembalap saya kejar si pelangi. terus saya kejar sampai saya harus dapat ujung ekor pelangi. sampai tengah jalan tiba-tiba saja pelan-pelan pelangi lenyap. menguap dari ujung yang yang akan saya kejar sampai ke tengah lengkungan dan tiba-tiba hilang.

    di sore itu, di tepi sungai kecil pinggir sawah.

    Lembayung senja tiba-tiba hadir.

  2. Kak Disa, sebaiknya kamu coba tanya kepada Guru Kimia. Beliau bisa menemukan rumus Kimia untuk menghasilkan zat anticinta, yang kamu bisa larutkan dalam minumannya si ‘kau’ yang kak Disa maksud disini 😀

  3. hallo, gua panggil disa ajayah,
    gua suka baca tulisan-tulisannya, boleh tau… berapa ukuran jemari-jemari disa yg suka menari??*halah.. hehe. intinya saya suka. TULISANNYA :))))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s