Benang Hitam

Tuan-tuan nyonya-nyonya
tiga hari Bapak belum makan
juga nyaris tak bicara,
padahal biasanya saya suka
diajak nyanyi di pangkuannya.
Tuan-tuan nyonya-nyonya
saya mau minta bantuan,
sebab tadi Ibu bilang
tak ada lagi orang yang bisa
melepas benang hitam di mulutnya.

Selembar surat tanpa alamat
diberi bocah laki-laki
rambut merah bau matahari,
pada Pak Pos yang sedang
makan bakso sore tadi.
Ia hanya mengangguk pelan
saat sang bocah berkata

Pak, tolong antarkan segera,
tapi saya tak tahu
surat ini buat siapa.

 
4 Januari 2012

One thought on “Benang Hitam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s