Mungkin Setelah Hari Ini

Kamu tak akan ada lagi
dalam spasi tiap kata di koran pagi,
juga dalam tetes-tetes hujan kecil
di hidungku waktu berjalan kaki.
Aku tak akan bertanya-tanya
mengapa pernah melepasmu pergi
setiap kali seseorang bernyanyi
tentang cerita putus cinta,
dan di rumah saat malam tiba
ibuku tak akan lagi menahan tawa
karena aku selalu kembali
membicarakanmu tanpa sengaja.

(Mungkin setelah hari ini,
seperti yang kukatakan kemarin
dan kemarinnya lagi)

9 thoughts on “Mungkin Setelah Hari Ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s