Artinya Sama Saja

Sore yang hujan. Aku sedang terperangkap dalam kemacetan bersama Marley—iPod kesayanganku. Lagu-lagu (500) Days of Summer berputar manis. Salah satu film dengan soundtrack terbaik, setidaknya menurutku.

Menurutmu juga.

Aku selalu suka hujan. Aku suka membenamkan diri di balik sweater atau selimut tebal. Aku suka menggambari jendela berembun. Seperti sekarang. Perlahan jari telunjukku menulis namamu di kaca depan. Kuhapus lagi karena malu. Tapi lalu kuulangi. Berkali-kali. Kunyalakan kembali AC mobilku. Namamu memudar. Aku kecewa.

And if a double-decker bus
crashes into us,
to die by your side
is such a heavenly way to die..

Hujan sudah berhenti. Kubuka kaca mobil—menikmati petrichor yang memenuhi paru-paru. Tanganku meraih ponsel yang tergeletak di kursi sebelah kiri.

I miss you! – Hapus.
Kange – Hapus.
Lagi a – Hapus.

Lima detik. Sepuluh detik.

Hujaaan!

Kirim.

17 thoughts on “Artinya Sama Saja

  1. Ah, Disa. Masih saja kautega membuat jantungku berhenti berdetak beberapa detik tiap membaca tulisanmu. Kesederhanaan tulisanmu mampu menyampaikan ide yang luar biasa pelik. Bahkan rasa yang rumit.

  2. galau itu…

    hujan turun, ga ada kopi/teh/coklat hangat
    apalagi pelukan erat..

    hanya aku dan telepon genggam..
    hela nafas dan kerinduan..

    ah, nasi oreng pesanan datang..
    kali ini bersama senyuman..hatiku yang mengingatmu, dan tulisan-tulisan sederhana-menyindirmu ;p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s