Membuang Kesedihan ke Dalam Selokan

: Aulia Andhika Soemitro

Di hadapanku menguap kisah
tentang mimpi-mimpi yang patah;
kopi tak bersisa di meja pinggir jendela
dan kukenal kau lebih dari sebelumnya.

Lalu kita menjejak pada waktu
dengan tawa dan deretan cerita baru–
tentu banyak yang dapat dibagi,
selama masih tersisa ruang
di bangku mobilmu sebelah kiri.
Kita akan membelah ibukota malam-malam
sambil bergumam pada belasan lagu
dan aku tetap tak peduli kata-katamu
saat pura-pura bersuara sumbang,

sebab yang aku tahu
kita tak perlu bernyanyi merdu
untuk meninabobokan kesedihan
dan membuangnya ke dalam selokan.

3 thoughts on “Membuang Kesedihan ke Dalam Selokan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s