Aku (Tidak) Jatuh Cinta

Sebab aku tahu, jatuh cinta bukan cuma tentang menemukanmu berdegup di balik dadaku, atau terbangun malam-malam dan begitu ingin menyentuhmu. Lalu kecewa karena kau tak dapat kutemukan di mana-mana, selain dalam debar dada.

Maka aku tidak jatuh cinta.

Aku hanya sedikit menginginkan bepergian bersamamu, dengan kaleng-kaleng bir dan lagu-lagu kesukaan kita. Berhenti sejenak di tepi jalan untuk melihat senja yang kutahu kita maknai lebih dari sekadar pertanda waktu, lalu berbincang tentang kehidupan: kau, aku, dan semua yang pernah kita lalui sebelum bertemu.

Aku hanya suka membayangkan mengecup keningmu diam-diam, agar bisa bertanya-tanya apakah nanti malam kau akan tersenyum sendiri saat terjaga, dan esok pagi mengabarkan ada matahari terbit dengan hangat dari bekasnya.

Aku tidak jatuh cinta. Rasanya cuma sedikit limbung. Tak seimbang jika kau lama tak muncul. Biasanya aku akan sibuk mengukur-ukur jarak dan menerka-nerka apakah kita akan pergi ke arah yang berbeda. Tentu saja aku masih bisa berjalan, meski memang lebih sering tersandung.

Tapi percayalah, aku tidak jatuh cinta.
Tidak jika kau tak merasakan hal yang sama.

8 thoughts on “Aku (Tidak) Jatuh Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s