Secarik Surat dan Setangkai Bunga

Bersama surat ini kutinggalkan
setangkai bunga merah muda di pintumu,
tak kuketuk terlebih dahulu
untuk alasan yang sederhana:
agar kau sedikit kehilangan aku
meskipun belum tentu.

Letakkan bunga ini dalam vas cantik
di tepi jendela kamarmu,
gantilah airnya tiap pagi
biar kauingat namaku
sepuluh detik saja setiap hari.
Nanti ketika bungamu semakin layu
dan kelopaknya tersisa satu,
kau akan tahuβ€”

apakah setelah ia mati
kau akan kehilangan aku.

31 thoughts on “Secarik Surat dan Setangkai Bunga

  1. Disa selalu membuat ‘kejutan’ dalam puisinya, gaya penulisan dan pilihan katanya yg aku suka; campuran curcol, galau, dan sajak kelas dunia…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s