Sepasang Doa yang Saling Menjaga

: Nugraha Arief & Latifa Annisa

Pada hari di mana namamu
menuliskan dirinya di garis tanganku
seperti namaku di garis tanganmu,
kita telah sama-sama mengerti
kau telah mendenyutkan diri dalam nadiku
seperti aku berdenyut dalam nadimu.
Begitulah kelak cinta dalam tubuh kita
akan saling menghidupi:
kulafalkan kau pada tiap nafasku
sebagai bagian terbesar dalam udara
seperti aku tereja pada nafasmu
patah demi patah dengan sempurna.
Namun sesungguhnya, Sayangku,
kita takkan mengenali datangnya hari
yang menyebut dirinya masa depan
juga sejauh apa ia terbentang–
maka kubiarkan janjimu melingkar di jariku
seperti janjiku di jarimu,

agar kau dan aku selalu tahu
hingga akhir yang entah di mana
kita tetap sepasang doa
yang selamanya saling menjaga.

18 thoughts on “Sepasang Doa yang Saling Menjaga

  1. Sungguh terlalu baru aku kunjungi “hadiah” dari Disa buat aku. Maafkan, Dis, Sungguh. Membaca lagi puisi ini, lagi dan lagi, bukan karena kamu hadiahkan buat aku, tapi memang unsur “magis”-nya sangat terasa, sangat sakral. Terima kasih, Dis.

    btw, tencananya puisi ini nanti kupajang di salah satu dinding di rumah baru kami, nanti minta tanda bibirnya ya.. :)))))))

    1. Parah banget baru nongol sekarang! Hahahaha iyaaaa Mas Nunuuuu, seneng banget deh kalian suka. Makasih ya. Udah deg-degan karena bikinnya buru-buru semaleman (((:
      Ih asiiikk dipajang! Hihi siaaaaaap!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s