Sajak dari Dalam Gerobak

Klutuk klutuk werrr..

Segerobak nasib ditarik bapak
di tepi jalan Pondok Bambu,
sesekali berhenti sebentar saja
ia butuh menarik napas–
tapi tak pernah lama-lama
peluhnya tak sabar diseka emak.

Klutuk klutuk werrr..

Gelas-gelas akua bernyanyi:
Kalau tidak bobok, digigit nyamuk..
disela klakson dua detik sekali
dua perempuan kecil lelap
ditarik bapak kuat-kuat,
di bawah langit pucat pasi.

Klutuk klutuk werrr..

Sudah pukul tujuh malam
di masjid Isya berkumandang.
Bapak, kapan kita sampai?
Aku sudah lapar sekali.

Sebentar, Nak, satu jam lagi,
kita makan kerupuk dan nasi.

7 thoughts on “Sajak dari Dalam Gerobak

  1. Disaaaaa… keren. Selalu suka sama puisi-puisi kamu… 🙂
    Yang ini beneran bikin terharu deh….. *peluuuk*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s