Tamu

Sebuah cinta kecil yang manis
datang mengetuk pintu
dengan sebuah koper usang.

“Sebaiknya kau pulang saja,” kubilang,
sebab hari akan hujan
dan kuncinya tak dapat kutemukan.

2 thoughts on “Tamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s