Padam

Kita masih duduk di tepi
unggunan yang semakin sepi:

kau dan aku sama-sama tahu
tumpukan kayu bakar itu
memang akan segera membeku.

Lalu kita masih akan duduk menunggu
siapa mengusir dingin lebih dulu,
entah kembali menyalakan api
atau memilih untuk pergi.

One thought on “Padam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s