Tiga Hal yang Harus Kautahu

Kepada Pacarku,

Selamat pagi. Seduhlah kopi, duduk dan nyalakan rokokmu sebatang—sebatang saja, karena aku tak mau paru-parumu habis terbakar lebih cepat dari paru-paruku. Setelah itu, silakan baca suratku. Jika selembar surat pernah membuatmu jatuh cinta padaku, tentunya selembar lagi akan cukup membuatmu semakin rindu.

Surat pertama untukmu, sayang, berisi hanya tiga hal yang harus kautahu.

 

Pertama, bahwa aku mencintaimu. Aku ingin bilang ‘aku masih mencintaimu’ seperti yang selalu kaukatakan, tapi aku benci kalimat itu. Masih adalah ketika sesuatu semakin berkurang, ketika sesuatu ingin dihilangkan, ketika sesuatu ada tanpa ingin dipertahankan—meski segala hal memang kemungkinan. Jadi sekali lagi, aku mencintaimu. Tanpa masih, meski entah sampai kapan. Dan ketahuilah, sayang; adalah namamu yang selalu kubisikkan dalam doa-doaku, kuendapkan dalam tarikan napasku, dan kujaga dalam mimpi-mimpiku.

Kedua, bahwa kau istimewa. Setidaknya kau lebih istimewa dari air mataku, yang rela kubuang saat takut kehilanganmu. Lebih istimewa dari jam tidurku, yang rela kupotong untuk menunggumu tiba di rumah. Lebih istimewa dari percakapan manapun, yang kuabaikan saat kau sedang marah. Dan yang jelas, kau lebih istimewa dari semangkuk besar es krim coklat, atau puisi-puisi favoritku.

Ketiga, bahwa kita adalah kata kesukaanku. Bersama semua tentang kau dan aku yang kita tanam di dalamnya. Bagaimana kita bicara tentang puisi, rahasia, dan orang-orang di sekitar kita bersama cangkir kopi dan merk rokok yang sama; atau bagaimana kita bernyanyi bersama. Bagaimana aku berusaha membaca pikiran-pikiranmu, dan menyembunyikan pikiran-pikiranku—seperti betapa diam-diam aku ingin sesekali kaugenggam saat kita berjalan berdampingan, atau betapa aku menyukai kebohongan-kebohongan kecilmu yang selalu melukis senyum di wajahku.

 

Pacarku, jangan ambil sebatang rokok lagi, karena surat ini sudah sampai pada akhirnya. Memang begitu sederhana, karena masih akan ada lembar-lembar selanjutnya. Aku tak mengharapkan kau akan berkaca-kaca, hanya ingin kau tersenyum saja. Mungkin setelah kau tersenyum, kau akan merindukanku. Atau setidaknya cukup bersemangat untuk menyelesaikan kuliahmu.

Jalanilah hidupmu dengan baik, sayang. Karena aku menyayangimu. Jika suatu saat kau ragu, ingatlah ketiga hal itu, dan berjalanlah lagi.

 

Peluk erat.

25 thoughts on “Tiga Hal yang Harus Kautahu

  1. Dear Disa, terimakasih untuk surat cinta yang manis ini. Aku mungkin tak bisa berkata apa apa setelah membaca ini, tapi aku akan mencoba membalas suratmu. Semoga kau berkenan membacanya.

  2. Honestly, aku baca ini berkali2….surat cinta terbaik yg prnh kubaca sampai detik ini:) Kenapa? Krn sngt mewakili perasaankuuuu..huhuhuu… *malah jd adegan sinetron:p* Aku suka pemilihan detil katanya 😉

  3. wah bacanya bikin merinding, entah karena ini cerita pribwah bacanya bikin merinding, entah karena ini cerita pribadi … nyawanya terasa :’)adi … nyawanya terasa :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s