Sesuatu Tentang Alena

“Kulit putih, rambut sebahu, dress merah?”
“Iya La, yang itu.”

Sebenarnya aku tak suka diramal. Ini hanya iseng. Keinginan yang muncul tiba-tiba, sejak seminggu lalu aku melihat gadis itu di kafe ini. Ia duduk sendirian, lalu menyunggingkan senyum manisnya ke arahku. Entah bagaimana, hingga detik ini aku tak juga bisa mengenyahkan sosoknya dari kepalaku.

Peramal itu temanku sendiri, Lala. Dan sekarang ekspresinya begitu serius, membuatku penasaran.

“Namanya Alena. Dia sangat tertarik sama kamu.”

Wajahnya semakin serius.

“Dia akan melakukan apa saja untuk membuatmu bertekuk lutut. Kalian akan segera bertemu lagi.”
“Serius, La?”
“Kuingatkan padamu, jangan jatuh cinta. Bahaya sekali.”
“Kenapa? Dia perempuan nakal? Matre?”

Hening.

“Dia sudah meninggal. Setahun lalu.”

5 thoughts on “Sesuatu Tentang Alena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s