Sepuluh Hati yang Retak

“Kau pasti sudah dengar kasus yang sedang kuselidiki. Pembunuh berdarah dingin. Kesembilan korbannya pria beristri. Terbunuh dengan mengerikan. Darah di mana-mana. Tak ada jejak kecuali hati yang retak, digambar pada pipi menggunakan lipstik merah menyala.

Pria-pria itu tengah berbohong. Hasil penyelidikan menunjukkan adanya perselingkuhan. Kukatakan pada pihak kepolisian, bisa jadi pembunuhnya perempuan. Motifnya mungkin balas dendam, karena pernah disakiti.”

Kekasihku terdiam. Mungkin teringat istri dan anaknya di rumah. Kupoles bibirku sekali lagi.

“Kenapa diam?”
“Warna lipstikmu..”

Kukecup bibirnya, lalu tertawa puas. Semakin keras saat darah dari dadanya menderas. Kugambar hati yang retak pada pipinya, lalu pergi.

Sepuluh. Selesai sudah. Seperti jumlah perempuan yang pernah dikencani suamiku sebelum ia mati di tanganku.

One thought on “Sepuluh Hati yang Retak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s