Selamat Ulang Tahun, Papa.

Wajahnya menjawab tiap tatapan dengan angkuh,
hingga matanya bertemu dengan sosok kami
dan seketika semua luruh terbasuh sorot cinta dan hati rapuh.

Begitu rapuh,
hingga diam-diam hatiku tak henti bertanya:
apakah ia pernah bahagia.

Setelah semua yang tak terhitung–
peluh yang tak juga dianggap,
lembaran rupiah yang tak diingat,
prinsip yang tak pernah tertanam,
larangan yang tak satupun didengar,
harapan yang tak coba dipenuhi,
dan kata sayang yang tak jua dibalas.

Setelah mimpi-mimpi yang tak jadi nyata,
dan komponen hidup yang berserakan seperti kaca.

Setelah usia yang semakin senja,
dan tubuh semakin sering terlihat terjaga.
Seperti putus asa.

Tuhan,
papa kira aku ingin punya banyak uang.
Tapi aku cuma ingin papa senang.

Selamat ulang tahun ke-58, papa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s