Kita di Kotamu

Terik pagi,
dalam padatnya stasiun kereta api.
Kamu yang bersandar disitu,
degup jantungku,
senyum dan gemetar tanganmu.
Lalu semilir angin yang mengantar
kita dalam irama yang sama,
nyamannya dekapan
teriring rintik hujan.
Nyanyian malam,
saat kita bicara dalam diam
maka cukup peluk berkata,
karena cuma nyaman yang tinggal.
Dari angkringan di tepian
hingga temaram lampu jalan..
dan tempatmu mendaratkan kecupan.

Semua mengantar rindu,
pada kota itu.

Pada kamu.
Pada kita di kotamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s