Kampung Melayu – Bekasi

Tak ada yang istimewa dari tiga puluh menit itu. Sejak detik pertama dimulai saat aku tiba di depan pintu biru muda yang sudah terbuka, hingga detik terakhir saat aku melompat keluar dan kami saling menjauh. Tak banyak yang bisa digambarkan selama seribu delapan ratus detik dalam diam, kecuali satu dua kata yang sempat terucap dan senyum yang tersamar..

..dan kekagumanku.

Mungkin memang cuma aku yang bisa mengerti. Dan mudah-mudahan juga dia, agar aku yakin ini bukan bukti bahwa aku memang pemimpi.

Tuhan,
tunjukkan padaku bahwa dia memang hidup.. dan tak cuma satu hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s