Pria dan Sampah

kali ini, saya duduk sendirian.
tidak bersama teman, apalagi pria (yang bukan teman).
apa? pria?

saya bilang, pria itu sampah.
tapi mereka sampah daur ulang.
sesuatu yang disebut sampah pasti pernah berguna, bukan?
dan setelah didaur ulang, mereka akan kembali berguna,
walaupun mungkin bukan untuk pemakai yang lama.

haha, sebuah analogi yang pas menurut saya.
saya tak mau munafik dengan mengatakan kami tak butuh pria.
tapi saya lebih senang menyebut mereka sampah setelah dibuat kecewa.
anggap saja saya membuang sampah.
atau sampah membuang dirinya sendiri?

setelah itu, waktunya mencari jalan masing-masing.
saya mencari yang belum terbuang (atau yang pernah dibuang?),
dan dia pun terdaur ulang.

demikianlah hidup berjalan seperti roda.
atau lingkaran setan.

One thought on “Pria dan Sampah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s